Pernikahan Campuran dan Status Anak dalam Hukum Perdata Internasional
DOI:
https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1329Keywords:
Child's Status, Citizenship, International Private Law, Mixed Marriage, Parental ObligatioAbstract
This academic paper provides a comprehensive analysis of mixed marriages and the legal status of children within the context of Indonesian International Private Law. The study meticulously explores the formal definition of a mixed marriage, establishing it as a legal union between individuals of different citizenships, thereby subject to intersecting national legal systems. The research delves into the specific regulatory framework governing Mixed Marriages in Indonesia, with a critical examination of Law No. 1 of 1974 on Marriage and its implementing regulations. A significant portion of the analysis is dedicated to the intricate legal aspects concerning the child's status in a mixed marriage. This encompasses a detailed discussion on the child's citizenship, governed by the principle of ius sanguinis under Law No. 12 of 2006 on Citizenship, which creates potential for dual citizenship and subsequent legal complexities. The paper further investigates the fundamental rights and obligations of the child, affirming that these must be upheld irrespective of parental nationality, including the inalienable right to a legal identity, parental care, and formal education. Concurrently, the research outlines the concomitant parental obligations in a mixed marriage, which are paramount and include the provision of nurture, guidance, and comprehensive protection for the child's well-being. The study concludes with a critical evaluation of the practical implementation of these mixed marriage law aspects in Indonesia, identifying discernible gaps between statutory provisions and their real-world application. It underscores persistent challenges in juridical practice and administrative consistency, ultimately highlighting the ongoing pursuit of complete legal certainty for binational families navigating the Indonesian legal landscape.
Downloads
References
Al-Mahdy, S. (2024). Family law and mixed marriage in Middle Eastern countries. Arab Law Quarterly, 38(1).
Arfan, V. R., & Aminah. (2024). Perlindungan hukum terhadap tidak terpenuhinya hak anak akibat perceraian dari perkawinan campuran (studi putusan). UNES Law Review, 6(3), 7850–7858.
Badan Pusat Statistik. (2025). Laporan demografi perkawinan Indonesia 2025. Jakarta: BPS. Diakses dari https://www.bps.go.id/
Daming, S., & Ernawati, A. (2024). Perlindungan hukum bagi anak yang lahir dari perkawinan campuran menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. YUSTISI: Jurnal Hukum & Islam, 11(2), 1–30.
Dewi, R., & Syafitri, N. (2024). Hukum perkawinan campuran dan perlindungan anak di Indonesia: Analisis terbaru. Jurnal Ius Quia Iustum, 31(3).
Fitri, R., dkk. (2024). Implikasi perkawinan campuran terhadap status anak dan harta bersama. Jurnal Lex Privatum, 8(2).
Gautama, S. (2024). Hukum perdata internasional Indonesia. Bandung: Alumni.
Hadikusuma, H. (2022). Hukum perkawinan Indonesia menurut perundangan, hukum adat, hukum agama. Bandung: Mandar Maju.
Hafizah, N. (2024). Perlindungan hukum terhadap hak anak hasil pernikahan campuran berdasarkan hukum perdata internasional. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 4(3), 5–9.
HCCH. (1978). Convention on Celebration and Recognition of the Validity of Marriages. The Hague: Hague Conference on Private International Law.
Herniati, Kalman, K., & Zakaruddin. (2022). Perlindungan hukum atas hak waris terhadap anak yang lahir dari perkawinan campuran. Jurnal Ius Publicum, 3(1), 97–108. https://doi.org/10.55551/jip.v3i1.48
Kementerian Hukum dan HAM RI. (2025). Data perkawinan campuran Januari–Agustus 2025. Jakarta: Ditjen AHU. Diakses dari https://www.kemenkumham.go.id/
Khairunnisa, A., dkk. (2024). Mixed marriage and its legal consequences in Indonesian private international law. Jurnal Hukum dan HAM, 12(1).
Kurniawan, J. F. (2024). Pengakuan administratif perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Ius Quia Iustum, 31(3).
Marzuki, P. M. (2021). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mutawalli, M. (2023). Implementasi prinsip konvensi internasional dalam mengurai pelanggaran HAM di Indonesia. Jurnal Arajang, 6(1), 1–21.
Naswar, Maskun, Rahman, A., Mukhlis, M. M., & Ludiana, T. (2024). Status anak dalam perkawinan campuran: Kewajiban negara dan perlindungan hukum. Jurnal Litigasi, 25(2), 101–129.
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan.
Prawirohamidjojo, S. (2022). Hukum waris Indonesia. Surabaya: Airlangga University Press.
Ribka, E., & Wangkar, T. (2023). Perlindungan hukum terhadap pemenuhan hak waris anak dalam perkawinan campuran ditinjau dari hukum perdata internasional. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Lex Privatum, 12(2), 1–13.
Rini, L. (2025). Perkawinan campuran di Indonesia: Perspektif administrasi dan hukum kewarganegaraan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 45(3), 451–470.
Satrio, D. (2024). Perkawinan campuran dan perlindungan anak di Indonesia. Jurnal Hukum Privata, 15(2).
Simorangkir, B., & Erwin, R. T. (2000). Kamus hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Subekti. (2021). Pokok-pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa.
UN DESA. (2023). International migration highlights. New York: United Nations Department of Economic and Social Affairs. Diakses dari https://www.un.org/development/desa/pd/
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: DPR RI.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 jo. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
UU RI No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI.
Antara News. (2025, October 1). DPR minta pemerintah percepat atasi anak belum punya kewarganegaraan. Antara News. Diakses dari https://www.antaranews.com/berita/5146121/dpr-minta-pemerintah-percepat-atasi-anak-belum-punya-kewarganegaraan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


