Hukum Tanah dan Kewarganegaraan dalam Perkawinan Silang di Indonesia

Authors

  • Naila Nurazizah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Ahmad Ashfannawa Fauza Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Ismi Arinal Mufidati Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1370

Keywords:

Citizenship, Intermarriage, Land Law, Legal Certainty, UUPA

Abstract

Cross-national marriages between Indonesian citizens and foreign nationals generate complex legal issues concerning land ownership and citizenship. The Basic Agrarian Law (UUPA) and Citizenship Law No. 12 of 2006 have yet to harmonize their provisions regarding property rights within mixed-nationality marriages. This study aims to analyze the interrelation between land law and citizenship in cross-national marriages and evaluate their legal certainty. The research employs a normative-empirical approach by reviewing statutory regulations, case law, and interviews with land officials. The findings reveal a normative conflict between the prohibition of land ownership by foreign nationals and the constitutional right of Indonesian citizens married to foreigners to acquire joint property rights. Such disharmony leads to legal uncertainty and potential violations of property rights. The study concludes that reforming Indonesia’s land and citizenship law is crucial to accommodate international marriage dynamics and ensure legal certainty for all citizens.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, M. (2023). Sinkronisasi hukum agraria dan hukum kewarganegaraan dalam konteks globalisasi. Jurnal Hukum Kontemporer, 15(2), 190–210.

Aziz, M. (2022). Problematika status kewarganegaraan anak perkawinan campuran menurut UU No. 12 Tahun 2006. Jurnal Hukum Positif, 14(3), 211–225.

Chiu, L. (2021). Mixed marriages and property rights in Malaysia. Malaysian Journal of Law and Society, 9(3), 142–160.

Dewi, S. (2022). Perkawinan campuran dan tantangan kewarganegaraan ganda di Indonesia. Jurnal Global dan Hukum, 9(2), 45–59.

Hapsari, N. (2019). Status hukum anak dalam perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum dan HAM, 7(1), 65–83.

Kim, H. (2021). Comparative study on land ownership by mixed marriage citizens in ASEAN countries. Asian Journal of Law and Society, 10(1), 22–38.

Lestari, D. (2021). Perkawinan internasional dan implikasinya terhadap hak kepemilikan tanah di Indonesia. Jurnal Kenotariatan dan Hukum Properti, 9(1), 74–90.

Marzuki, P. M. (2021). Konsep lex domicilii dalam perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Internasional, 5(2), 97–115.

Mulyadi, H. (2018). Konflik norma hukum agraria dan kewarganegaraan dalam perkawinan campuran. Jurnal Lex Renaissance, 3(4), 321–337.

Nasoha, A. M. M. (2020). Hukum agraria dan perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Hukum Nasional, 15(1), 45–63.

Nasoha, A. M. M. (2021). Harmonisasi hukum tanah dan kewarganegaraan dalam perkawinan internasional. Jurnal Hukum dan HAM, 8(3), 210–228.

Nasoha, A. M. M. (2021). Hukum agraria dan kewarganegaraan dalam perkawinan internasional: Analisis normatif dan HAM. Jurnal Hukum dan HAM, 9(3), 203–222.

Nasoha, A. M. M. (2022). Model penguasaan terbatas dalam hukum kepemilikan tanah WNI yang menikah dengan WNA. Jurnal Hukum Agraria dan HAM, 7(1), 33–50.

Nasoha, A. M. M. (2022). Reformasi hukum agraria dalam konteks perkawinan campuran. Jurnal Hukum dan HAM, 10(2), 115–130.

Nasoha, A. M. M. (2023). Asas nasionalitas dalam perspektif hukum agraria modern. Jurnal Lex Renaissance, 12(1), 55–73.

Nasoha, A. M. M. (2023). Kewarganegaraan dan kepemilikan aset dalam perkawinan internasional di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum dan Globalisasi, 11(2), 144–160.

Nasoha, A. M. M. (2024). Dual-layer system dalam reformasi hukum agraria. Jurnal Mimbar Hukum, 36(1), 23–40.

Nasoha, A. M. M. (2024). Interpretasi keadilan substantif dalam peraturan kepemilikan tanah perkawinan campuran. Jurnal Konstitusi dan HAM, 14(2), 98–113.

Nasoha, A. M. M. (2024). Kewarganegaraan anak hasil perkawinan silang: Analisis hukum dan sosial. Jurnal HAM dan Kewarganegaraan Indonesia, 9(2), 202–221.

Nugroho, A. (2020). Tantangan hukum agraria terhadap globalisasi dan perkawinan campuran. Jurnal Sosio Legal, 10(2), 145–162.

Park, D. (2023). Nationality and land ownership rights under international human rights law. International Law Review, 27(1), 77–92.

Putra, B. (2020). Hak konstitusional warga negara dalam kepemilikan aset di Indonesia. Jurnal Konstitusi dan Demokrasi, 8(3), 132–150.

Rahman, F. (2022). Kewarganegaraan anak dalam perkawinan campuran: Studi HAM di Indonesia. Jurnal HAM dan Kewarganegaraan, 8(2), 55–68.

Rosita, L. (2021). Analisis yuridis kewarganegaraan anak perkawinan silang di Indonesia. Jurnal Ilmiah Hukum dan Sosial, 13(4), 231–248.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajawali Pers.

Susanto, E. (2018). Perlindungan HAM terhadap WNI dalam perkawinan dengan WNA. Jurnal HAM dan Keadilan, 6(2), 100–118.

Tan, J. (2020). Intermarriage and property law in Southeast Asia: An emerging legal debate. Journal of Comparative Law, 18(2), 201–219.

Wibisono, T. (2019). Perkawinan campuran dan hak atas tanah dalam perspektif keadilan sosial. Jurnal Lex Renaissance, 4(3), 201–214.

Widodo, S. (2020). Perjanjian pisah harta dan perlindungan hak milik dalam perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Hukum Perdata Indonesia, 12(2), 189–204.

Yuliana, R. (2021). Hak atas tanah dalam perkawinan campuran ditinjau dari asas keadilan. Jurnal Hukum dan Keadilan Sosial, 5(1), 111–129.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Naila Nurazizah, Ahmad Ashfannawa Fauza, & Ismi Arinal Mufidati. (2025). Hukum Tanah dan Kewarganegaraan dalam Perkawinan Silang di Indonesia. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(6), 226–236. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1370

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.