Kekuatan Hukum Hasil Mediasi dalam Sengketa Asuransi di BPSK: Tinjauan dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen

Authors

  • Dahlan Sitohang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Maria Helena Sri Rahayu Universitas Veteran Bangun Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1289

Keywords:

Dispute, Insurance, Legal Force, Mediation, Protection

Abstract

Insurance is a service designed to prevent or mitigate various potential risks. The Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) is authorized to resolve consumer disputes through three alternative methods: arbitration, conciliation, and mediation. This study aims to analyze the legal force of mediation outcomes and to identify and examine the obstacles encountered in the implementation of insurance dispute resolution through BPSK mediation. This research employs a normative legal method with a statutory approach through literature review. The analysis is conducted qualitatively based on legal regulations and principles. Data is sourced from primary, secondary, and tertiary materials, and the process consists of three stages: formulation, analysis, and conclusion. The findings indicate that although BPSK’s authority is limited, its decisions are final and binding, and mediation agreements remain legally valid. If no objection is filed, the agreement must be implemented, with criminal consequences for non-compliance. However, the effectiveness of consumer dispute resolution remains hindered by weak legal force, limited regulatory framework, institutional capacity constraints, and potential external intervention.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adietama, H., & Jannah, N. F. (2024). Implikasi yuridis pembatalan putusan Badan Perlindungan Sengketa Konsumen oleh Mahkamah Agung. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(4), 8–9.

Astuti, H. D. (2017). Kendala penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 1(2), 572–591.*

Hutagalung, S. M. (2019). Praktik peradilan perdata dan alternatif penyelesaian sengketa (hlm. 322). Sinar Grafika.

Kristanto, E. (2014). Peran BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) dalam menyelesaikan sengketa konsumen melalui proses mediasi di Yogyakarta (Disertasi doktor, Universitas Atma Jaya Yogyakarta).

Lapian, P. G., Umboh, K. Y., & Tinangon, E. N. (2025). Upaya mediasi penal tentang proses terjadinya sengketa medis. Lex Privatum, 15(1).

Marzuki, P. M., & Sh, M. S. (2021). Pengantar ilmu hukum. Prenada Media.

Nisantika, R., & Maharani, N. L. P. E. S. (2021). Penyelesaian sengketa konsumen oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Jurnal Locus Delicti, 2(1), 49–59.*

Nugroho, S. A. (2008). Proses penyelesaian sengketa konsumen ditinjau dari hukum acara serta kendala implementasinya (hlm. 154).

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Republik Indonesia. (2001). Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 350/MPP/Kep/12/2001 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Rimanda, R. (2019). Keberadaan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai lembaga quasi yudisial di Indonesia. Jurnal Bina Mulia Hukum, 4(1), 17–34.*

Siregar, A. J., & Turisno, B. E. (2016). Kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap putusan Pengadilan Negeri dalam melindungi konsumen pada sengketa klaim asuransi (Studi kasus Putusan No. 58/Pdt. Sus-BPSK/2015/PN. Pbr). Diponegoro Law Journal, 5(2), 1–13.*

Sitepu, R. I., & Muhamad, H. (2021). Efektivitas Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) sebagai lembaga penyelesaian sengketa konsumen di Indonesia. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3(2), 7–14.* https://doi.org/10.52005/rechten.v3i2.35

Suardi, M. (2017). Sosiologi pendidikan. Penerbit Parama Ilmu.

Yahya, T. (2014). Peran penting Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam rangka perlindungan hak-hak konsumen. Jurnal Ilmu Hukum Jambi, 5(1), 78.*

Yurika, D. (2020). Perlindungan hukum terhadap pemegang polis asuransi perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 858 K/Pdt. Sus-BPSK/2016) (Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v5i1.1397

Yusuf Shofie. (2002). Penyelesaian sengketa konsumen menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK): Teori dan praktek penegakan hukum (hlm. 39). Citra Aditya Bakti.

Zulham, S. H. (2017). Hukum perlindungan konsumen. Prenada Media.

Downloads

Published

2025-10-14

How to Cite

Dahlan Sitohang, & Maria Helena Sri Rahayu. (2025). Kekuatan Hukum Hasil Mediasi dalam Sengketa Asuransi di BPSK: Tinjauan dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(6), 36–46. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1289

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.