Analisis Perbandingan Sistem Pendaftaran Tanah di Indonesia, Malaysia, Belanda, dan Australia

Authors

  • Davina Crysanti Aryuhanna Universitas Negeri Semarang
  • Dwivania Naila Hanifah Universitas Negeri Semarang
  • Lidya Zahrania Badahda Universitas Negeri Semarang
  • Aprila Niravita Universitas Negeri Semarang
  • Muhammad Adymas Hikal Fikri Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1349

Keywords:

Australia, Indonesia, Land Administration, Land Registration System, Land Rights Protection, Legal Certainty, Malaysia, Netherlands

Abstract

This study offers an in-depth comparative assessment of land registration systems in Indonesia, Malaysia, the Netherlands, and Australia, acknowledging that variations in historical evolution, legal infrastructures, and administrative mechanisms have shaped each country’s approach to land governance. These foundational distinctions play a crucial role in determining how effectively each nation provides legal certainty, secures land ownership rights, and administers land records with accuracy and efficiency. The analysis explores how differing registration models—ranging from deeds-based to title-based systems—impact levels of transparency, reliability, and public trust in land management institutions. Furthermore, the study identifies the strengths, limitations, and operational challenges within each framework, demonstrating that no single system is universally superior. Instead, the effectiveness of land registration practices depends on how well they align with the socio-legal context, institutional capacity, and administrative heritage of each region. The findings emphasize the importance of context-specific policy formulation, suggesting that land administration reforms should not merely replicate foreign models but must be adapted to local legal traditions and governance needs. Overall, this research underscores the necessity of designing land registration systems that enhance legal protection, promote efficient land administration, and strengthen the long-term security of landowners’ rights across diverse jurisdictions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriani, D., & Bur, A. (2021). Kepastian hukum dan perlindungan hukum dalam sistem publikasi pendaftaran tanah di Indonesia. Bina Mulia Hukum, 5(2), 221–239. https://doi.org/10.23920/jbmh.v5i2.11

Erwin, F. Q., Purba, H., & Sembiring, R. (2025). Implikasi hukum sistem publikasi pendaftaran tanah negatif bertendensi positif dalam kasus penerbitan sertifikat hak milik yang berasal dari pewaris kepada salah satu ahli waris tanpa persetujuan ahli waris lainnya. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1648

Hutagalung, A. S., Kolkman, W. D., Verstappen, L. C. A., et al. (2012). Hukum pertanahan di Belanda dan Indonesia. Pustaka Larasan.

Mahardhika, Z. M., Hapsari, I. M., Niravita, A., & Fikri, M. A. H. (2024). Studi perbandingan kebijakan pendaftaran tanah di Indonesia dan Australia dalam mengelola sumber daya tanah. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 10(1), 81–90. https://doi.org/10.3783/causa.v10i1.9530

Manthovani, R., & Istiqomah. (2017). Pendaftaran tanah di Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia, 2(2), 23–28. https://doi.org/10.36722/jmih.v2i2.744

Mukni, A., & Saleh, R. (2024). Perbandingan sistem hukum tentang pendaftaran tanah Indonesia dengan Malaysia khusus Semenanjung Malaysia. Jurnal Hukum & Pembangunan Masyarakat, 15(5). https://jurnalhost.com/index.php/jhpm/article/view/1111

Ramadhani, R. (2021). Pendaftaran tanah sebagai langkah untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap hak atas tanah. SOSEK: Jurnal Sosial dan Ekonomi, 2(1), 31–40.

Sukmawati, P. D. (2022). Hukum agraria dalam penyelesaian sengketa tanah di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 2(2), 89–102. https://doi.org/10.23887/jih.v2i2.1015

Syahputra, M. F., Putra, B. T., & Arianto, A. D. (2025). Perbedaan kebijakan pendaftaran tanah di Indonesia, Malaysia dan Singapura: Efektivitas dan tantangannya. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1), 348–361. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i1.3334

Syukur, A. N., Kurniati, N., & Zamil, Y. S. (2024). Perubahan sistem pendaftaran tanah menuju publikasi stelsel positif di Indonesia. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 15(1), 97–116. https://doi.org/10.22212/jnh.v15i1.4235

Zamil, Y. S., Sekarwati, S., Pujiwati, Y., & Nurlinda, I. (2022). Konsep asuransi pendaftaran tanah di Indonesia dan perbandingan dengan negara lain. Jurnal Bina Mulia Hukum, 6(2), 295–309. https://doi.org/10.23920/jbmh.v6i2.769

Zakie, M., & Kusumawati, M. P. (2021, September). Pendaftaran tanah sebagai upaya kepastian hukum dan mencegah konflik hak. Prosiding Webinar Hukum Nasional Administrasi Negara, Yogyakarta. UII Law. https://law.uii.ac.id/pendaftaran-tanah-sebagai-upaya-kepastian-hukum-dan-mencegah-konflik-hak/

Dimas, R. (2021, December). Publikasi pendaftaran tanah di negara Indonesia ditinjau dari teori kepastian hukum. Serina III, 209–216.

Arba, A., Suryani, A., & Asmara, G. (2021, December 9). Sistem pendaftaran tanah yang berlaku di Indonesia. Prosiding PEPADU. https://jurnal.lppm.unram.ac.id/index.php/prosidingpepadu/article/view/414

Downloads

Published

2025-11-18

How to Cite

Davina Crysanti Aryuhanna, Dwivania Naila Hanifah, Lidya Zahrania Badahda, Aprila Niravita, & Muhammad Adymas Hikal Fikri. (2025). Analisis Perbandingan Sistem Pendaftaran Tanah di Indonesia, Malaysia, Belanda, dan Australia. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(6), 153–164. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1349

Similar Articles

<< < 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.