Peran Balai Karantina Bandar Lampung dalam Penegakan Hukum Pidana terhadap Tindak Pidana Penyelundupan Satwa Burung
DOI:
https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i5.1191Keywords:
Role, uarantine Agency atau Quarantine Office, Criminal Law Enforcement, Wildlife SmugglingAbstract
Animal quarantine plays a crucial role in preventing the smuggling of wildlife, particularly protected bird species. Although this is regulated under Law Number 21 of 2019 concerning Animal, Fish, and Plant Quarantine, smuggling practices remain prevalent. This study employs a normative and empirical juridical approach to examine the role of the Agricultural Quarantine Agency Class 1A Bandar Lampung in combating bird smuggling, as well as the factors hindering the enforcement of criminal law. The findings indicate that the quarantine agency carries out three main roles: normative (based on regulations), factual (preventive and repressive actions), and ideal (emphasizing prevention). Obstacles faced include a shortage of field personnel, limited equipment and funding, and low public awareness of the law. It is recommended that the quarantine agency improve community welfare and collaborate with relevant institutions to optimize public outreach and law enforcement efforts.
Downloads
References
Mangunjaya, F. M. (2017). Pelestarian satwa langka untuk keseimbangan ekosistem. Jakarta: Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia.
Komang Ayu. (2021). Perlindungan satwa liar terhadap eksploitasi melalui peragaan satwa di lembaga konservasi. Perspektif Hukum Pidana Indonesia, 9(5), 1739.
Irawan, A. S., & Dwiprigitaningtias, I. (2019). Sanksi terhadap eksploitasi satwa dalam usaha topeng monyet dikaitkan dengan Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Lingkungan. Jurnal Dialektika Hukum, 1(2), 87.
Marpaung, L. (2021). Tindak pidana penyelundupan: Masalah dan pemecahan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sulistya, A. (2020). Perdagangan satwa liar yang dilindungi dan tidak dilindungi dalam aturan hukum nasional dan internasional (Studi kasus penyelundupan Tiliqua Gigas). Jurnal Hukum Transnasional, 3(5), 4.
Salim, H. S., & Nurbani, E. S. (2014). Penerapan teori hukum pada penelitian disertasi dan tesis (Buku kedua). Jakarta: Rajawali Pers.
Pemerintah Republik Indonesia. (1992). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
Shanty, D. (2018). Konsep penegakan hukum. Yogyakarta: Liberty.
Lamintang, P. A. F. (2010). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Subekti, & Tjitrosoedibyo. (2005). Kamus hukum. Jakarta: [Penerbit tidak disebutkan].
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2018). Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.
Soekanto, S. (2010). Elit pribumi Bengkulu. Jakarta: Balai Pustaka.
Taneko, S. B. (2016). Sosiologi menyelami fenomena di masyarakat. Bandung: Setia Purna Inves.
Prasetyo, A., & Marsono. (2021). Pengaruh role ambiguity dan role conflict terhadap komitmen independensi auditor internal. Jurnal Akuntansi & Auditing, 7(2), 153.
Soekanto, S. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Rajawali Press.
Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudarto. (2012). Kapita selekta pidana. Bandung: Alumni.
Karantina Indonesia. (2025, Desember 17). Modus baru, Karantina Lampung tahan 2.475 burung. https://karantinaindonesia.go.id/detailberita/Modus-Baru,-Karantina-Lampung-Tahan-2.475-Burung-
Setiawan, A., Syamsia, P. N., & Iswandaru, D. (2024). Status keterancaman dan komposisi burung yang diperdagangkan di Jalur Tengah Lintas Sumatera Provinsi Lampung. Journal of Forestry Research, 5(1), 53.
Najicha, F. U. (2022). Penegakan hukum konservasi lingkungan di Indonesia dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan. Doktrina: Journal of Law, 5(1), 5.
Darmawan, B., & Johar, O. A. (2021). Penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Jurnal Karya Ilmiah Multidisiplin (JURKIM), 1(1), 39.
Firmanda, H., Parhusip, T. E., Putri, O. R., & Nadia, F. (2022). Perlindungan hukum terhadap satwa liar di Indonesia berdasarkan perspektif aliran hukum responsif. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 46.
Najwan, J. (2012). Reformasi paradigma pembangunan. Jurnal Ilmu Hukum Unja Program Magister Ilmu Hukum, 25.
Soekanto, S. (2009). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Thoha, M. (2008). Dimensi-dimensi prima ilmu administrasi negara. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Warassih, E. (2018). Pranata hukum: Sebuah telaah sosiologis. Semarang: Suryandaru Utama.
Koentjaraningrat. (2017). Kebudayaan mentalitas dan pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Soekanto, S. (2018). Disiplin hukum dan disiplin sosial. Jakarta: Rajawali Press.
Magdalena, A., Kapoh, R., Soepeno, M. H., & Korua, J. M. (2024). Penyelenggaraan karantina hewan, ikan dan tumbuhan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2019. Lex Administratum, 12(4), 3.
Ubwarin, E. (2019). Penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan penyu di Kabupaten Kepulauan Aru. RESAM: Jurnal Hukum, 5(1), 11.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


