Bentuk Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Judi Sabung Ayam (Tajen) dalam Upacara Adat Tabuh Rah

(Studi kasus di Desa Pemaron Kabupaten Buleleng, Prov. Bali)

Authors

  • Ade Wahyu Permana Universitas Ibrahimy
  • Dairani Dairani Universitas Ibrahimy
  • Syahrul Ibad Universitas Ibrahimy

DOI:

https://doi.org/10.62383/terang.v3i1.1599

Keywords:

Cockfighting, Criminal Acts, Criminal Liability, Positive Law, Tabuh Rah

Abstract

Tabuh Rah in Bali is part of a Hindu religious ceremony involving animal sacrifice to maintain harmony between nature and human life. In practice, it is often accompanied by tajen (cockfighting) involving monetary or valuable bets, potentially violating Article 303 of the Indonesian Criminal Code concerning gambling. This study examines the regulation of cockfighting as a criminal offense under Article 303 and the criminal liability of perpetrators of tajen within the context of the Tabuh Rah ceremony. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that cockfighting conducted as part of the Tabuh Rah ritual is permissible based on the Batur Agung Inscription (933 Saka) and the Batuan Inscription (944 Saka) without requiring official authorization. However, cockfighting conducted outside the ritual context and involving betting constitutes gambling in violation of the Criminal Code and Law No. 7 of 1974. Perpetrators may be held criminally liable for intentionally committing an unlawful act.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, N. M. (2010). Kajian kriminologi terhadap judi sabung ayam (Tajen): Studi di masyarakat adat Desa Pakraman Batursari Kabupaten Gianyar Bali (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Apriyanti, P. S., & Yuwono, E. S. (2023). Gambaran motivasi pelaku tajen: Sebuah tradisi sabung ayam di Bali. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(5), 2191–2206.

Arsana, I. G. K. G. (2011). Sabung ayam (tajen) di Bali: Di antara ranah budaya dan hukum. Jurnal Budaya, 16(2).

Dairani, D. (2021). Argumentasi hukum dan upaya mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. HUKMY: Jurnal Hukum, 1(1), 19–34.

Dewi, A. T. (2016). Tinjauan terhadap tradisi tabuh rah pada masyarakat Bali dalam perspektif hukum pidana (Skripsi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta).

Gunarta, I. K. (2019). Transformasi tabuh rah menjadi tajen di Desa Adat Rening Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Provinsi Bali: Kajian teologi Hindu. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 3(2).

Hiariej, E. O. S. (2016). Materi pokok hukum pidana. Universitas Terbuka.

Hidayat, R. (2011). Sabung ayam tabuh rah dan judi tajen di Bali (Perspektif hukum Islam dan hukum positif).

Ismail, Z. (2019). Peran hukum pidana dalam menanggulangi tindak pidana perjudian sabung ayam pada masa yang akan datang melalui pendekatan non penal. Krtha Bhayangkara, 13(1), 140–163.

Iswara, P. D., Nandari, N. P. S., Budiana, I. N., & Prasada, D. K. (2025). Implikasi pidana terhadap pergeseran fungsi tabuh rah: Kajian yuridis kriminalisasi perjudian dalam konteks ritual tabuh rah di Bali. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 5(3), 422–435.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. PT Rineka Cipta.

Novianti, N. L. G., Sugiartha, I. N. G., & Pritayanti, I. G. A. A. G. (2022). Kajian yuridis terhadap sanksi tindak pidana perjudian sabung ayam di Indonesia. Jurnal Interpretasi Hukum, 3(3), 404–409.

Putra, I. P. A. A., Wibawa, I. P. S., & Artatik, I. G. A. K. (2021). Tabuh rah dan tajen: Antara tradisi dan hukum. Hukum dan Kebudayaan, 1(3), 17–27.

Renata, C. A. (2024, July 10). Bunyi Pasal 303 dan 303 bis KUHP. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/klinik/a/ini-bunyi-pasal-303-kuhp-tentang-perjudian-it668f032d35f83/

Salahuddin. (2007). KUHP dan KUHAP. Visimedia.

Santoso, T. (2018). Hukum pidana: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Shureshta, D. N. T. H., Suwitra, I. M., & Subamia, I. N. (2021). Hukum perjudian pada saat upacara adat di Desa Peninjoan Tembuku Bangli. Wicaksana: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 5(2), 70–80.

Simanungkalit, D. A. L., & Andriyani, A. Z. (2022). Eksistensi delik adat dalam kasus penghinaan terhadap tempat ibadah oleh pemilik akun TikTok Faras Sayidi di lingkungan masyarakat Bali. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(1).

Suyatra, I. P. (2017, September 8). Tabuh rah antara tradisi dan judi: Ini batasannya. Bali Express. https://baliexpress.jawapos.com/balinese/671130702/tabuh-rah-antara-tradisi-dan-judi-ini-batasannya

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Wiguna, P. A. K., & Hengki, I. G. B. (2023). Penertiban judi tajen berkedok tabuh rah di wilayah hukum Kepolisian Resor Karangasem. Jurnal Hukum Mahasiswa, 3(2), 989–1003.

Wijaya, V. R. M., & Royani, E. (2023). Hukum pidana penanggulangan tindak perjudian. Amerta Media.

Yani, A. H. (2019). Tindak pidana perjudian sabung ayam menurut hukum pidana positif dan hukum adat Bali (Doctoral dissertation, Fakultas Hukum UMY).

Yaqin, H., Heriyanto, H., & Dairani, D. (2025). Analisis yuridis perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana penipuan dalam transaksi e-commerce. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(1), 411–418.

Downloads

Published

2026-02-22

How to Cite

Ade Wahyu Permana, Dairani Dairani, & Syahrul Ibad. (2026). Bentuk Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Judi Sabung Ayam (Tajen) dalam Upacara Adat Tabuh Rah: (Studi kasus di Desa Pemaron Kabupaten Buleleng, Prov. Bali). Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 3(1), 15–22. https://doi.org/10.62383/terang.v3i1.1599