Perubahan Undang Undang Dasar
Pemahaman Tentang Arti Perubahan, Tata Cara Perubahan, Kajian Kritis Terhadap Amandemen UUD 1945
DOI:
https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i4.1291Keywords:
Amendment, Constitution, Law, Politics, Stability, StatehoodAbstract
The amendment of the 1945 Constitution of Indonesia is a crucial legal and political mechanism within the dynamics of constitutional law. An amendment is understood as an adjustment of constitutional norms to remain relevant with changing times while preserving the state’s fundamental identity. Unlike a constitutional replacement, which is comprehensive and signifies the birth of a new constitutional order, amendments are partial and limited. Article 37 of the 1945 Constitution sets out strict procedures, including requirements for proposal, quorum, and substantive limitations that cannot be altered, namely the form of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This mechanism prevents arbitrary changes and safeguards legal and political stability. The 1999–2002 amendments demonstrate that the Constitution can be improved without disrupting national continuity. Therefore, amendments are viewed as an evolutionary form of constitutional reform, while replacement signifies radical change. This analysis highlights that the amendment procedure of the 1945 Constitution is designed to balance the need for flexibility with constitutional stability in Indonesia.
Downloads
References
Amancik, A., Saifulloh, P. P. A., & Barus, S. I. (2023). Reformulasi pengaturan masa jabatan kepala desa dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 12(1).
Baderung, S. N., Polinggapo, S. R., & Moonti, R. M. (2025). Sengketa pemilihan umum dan implikasinya terhadap stabilitas ketatanegaraan di Indonesia. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 2(1), 44–52. https://doi.org/10.62383/progres.v2i1.1286
Deny, M., Suningrat, N., Muktar, E. S., & Sony, E. (2025). Kewenangan konstitusional presiden dalam pembubaran DPR: Studi perbandingan sistem presidensial dan parlementer. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(9), 5859–5865.
Fodhi, A. S., Lestari, E., Nuramalina, T. F., & As-Syifa, G. R. (2024). Pentingnya pemisahan kekuasaan dalam mempertahankan pemerintahan yang seimbang. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 3(3), 26–37. https://doi.org/10.55606/jhpis.v3i3.3872
Hadji, K., Anjani, A. B. R., Rizky, A. M., Pangestu, D. A., Basuki, R. M., & Caniago, V. A. (2024). Ketatanegaraan Indonesia pasca amandemen UUD 1945. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 182–188. https://doi.org/10.55681/primer.v2i3.339
Herlinanur, N., Pangestoeti, W., Putra, A. K. S., & Rahim, R. (2024). Peran amandemen UUD 1945 dalam memperkuat sistem check and balance. Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(1), 110–117. https://doi.org/10.54923/researchreview.v3i1.79
Kusuma, F. A., Apriliani, D., Tania, R., & Febriyanti, S. (2024). Analisis peran konstitusi dalam sistem hukum tata negara. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(2). https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i2.3400
Moonti, R. I., Kantu, S., & Moonti, R. M. (2024). Keadilan konstitusional dalam penyelesaian sengketa ketatanegaraan: Analisis terhadap putusan Mahkamah Konstitusi. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 1(4), 187–203. https://doi.org/10.62383/progres.v1i4.1196
Nasoha, A. M. M., Atqiya, A. N., Wijaya, C., Mustofa, M. S., & Abdurrosyid, S. (2025). Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 3(3), 232–239. https://doi.org/10.61132/pragmatik.v3i3.1823
Noviya, A. (2025). Mahkamah Konstitusi dan restrukturisasi kewenangan dalam penyelesaian sengketa Pilkada. Limbago: Journal of Constitutional Law, 5(2), 133–146.
Repansah, M. (2024). Penerapan sistem demokrasi konstitusional: Indikator dan hambatan dalam ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 4(2). https://doi.org/10.14421/ppky3465
Saputra, I. E., Razak, F., Rahman, A., & Nur, A. (2024). Kedudukan dan hubungan triumvirat menteri sebagai pelaksana tugas kepresidenan dalam sistem ketatanegaraan dan kementerian negara Republik Indonesia. The Juris, 8(1), 208–218. https://doi.org/10.56301/juris.v8i1.1250
Sinaga, P. (2022). Eksistensi menteri negara dalam sistem pemerintahan pasca amandemen UUD 1945.
Sukma, M. K., Sativa, A., Nugraha, I., & Margaretha, A. O. (2023). Eksistensi MPR RI: Telaah efektivitas tugas dan wewenang MPR RI sebagai lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Konstitusi, 18(2), 318–335.
Suma, M. P. M., & Worang, I. V. (2025). Aktualisasi UUD 1945 dalam praksis ketatanegaraan Indonesia terhadap penyelenggaraan kekuasaan kehakiman Mahkamah Konstitusi. Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(3), 30–39.
Utami, I., & Sugianto, B. (2025). Kapabilitas lembaga legislatif dalam menjalankan mekanisme check and balances pasca perubahan Undang-Undang Dasar 1945. Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum, 3(3), 183–192.
Yudi, P. (2025). The role of constitution in ensuring the stability of the state system in Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 4008–4014. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20471
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


