Batas Kewenangan Direksi dan Dewan Komisaris dalam Pengelolaan Perusahaan Berkaitan dengan Dicabutnya Izin Usaha Pertambangan

Studi Kasus Putusan No.3/Pdt.G/2023/PN Mgg

Authors

  • Charisa Dwi Santika Universitas Padjadjaran
  • Nyulistiowati Suryanti Universitas Padjadjaran
  • Rai Mantili Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i4.1413

Keywords:

Authority, IUP, Negligence, Organs, UUPT

Abstract

The limits of authority among the company’s organs in corporate management are expressly regulated under the UUPT, which assigns managerial and representative functions to the Board of Directors, supervisory and advisory functions to the Board of Commissioners, and control functions to the General Meeting of Shareholders. In practice, these authorities are often not implemented effectively, resulting in various violations. Such violations do not always arise from ultra vires acts but may also stem from negligence in exercising the granted authority. Improper management, administrative omissions, and passive supervision contribute to the risk of loss upon revocation of a mining business license. The absence of a valid license removes the company’s legal basis for operating and triggers potential liability for he organs that were negligent. This research employs a normative juridical approach with a descriptive-analytical specification. Data were obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials through literature review and case study of Decision No. 3/Pdt.G/2023/PN.Mgg. Directors must distinguish between beheer and beschikking actions when determining the scope of corporate management. Meanwhile, the Board of Commissioners is obligated to conduct supervision and provide advice proactively, whether requested or not, as a manifestation of good faith.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cheeseman, H. R. (2001). Business law (4th ed.). Prentice Hall.

Dewi, S. (2018). Mengenal doktrin dan prinsip piercing the corporate veil dalam hukum perusahaan. Sumatera Law Review, 1(2). https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i2.3744

Elnizar, N. E. (2022, October 6). Mau skripsi soal pertambangan? Kenali 9 izin usaha pertambangan terkini. Retrieved April 14, 2025, from https://www.hukumonline.com/berita/a/mau-skripsi-soal-pertambangan-kenali-9-izin-usaha-pertambangan-terkini-lt633ea3ac1df65/

Fadilla, J. F., & Erni, D. (2023). Kepastian hukum terkait kewenangan notaris dalam mengesahkan akta risalah RUPS yang diselenggarakan secara elektronik. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 7(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.3996

Fuady, M. (2002). Doktrin-doktrin modern dalam corporate law dan eksistensinya dalam hukum Indonesia. Citra Aditya Bakti.

Fuady, M. (2017). Perseroan terbatas: Paradigma baru. Citra Aditya Bakti.

Harahap, M. Y. (2013). Hukum perseroan terbatas (1st ed.). Sinar Grafika.

Harjono, D. K. (2020). Gugatan derivatif dalam perseroan terbatas. UKI Press.

Mustaan, W. (2022). Analisis pengaruh kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan perseroan terbatas terhadap pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dalam hukum positif di Indonesia. Jurnal Fakta Hukum, 1(1). https://doi.org/10.58819/jfh.v1i1.35

Prasetya, R. (1996). Kedudukan mandiri perseroan terbatas. Citra Aditya Bakti.

Prasetya, R. (2010). Perseroan terbatas: Teori dan praktik. Sinar Grafika.

Rokhim, A. (2020). Tindakan “ultra vires” direksi dan akibat hukumnya bagi perseroan terbatas. Jurnal Negara dan Keadilan, 9(2). https://doi.org/10.33474/hukum.v9i2.9092

Sianipar, F. A. (2023). Tinjauan yuridis doktrin ultra vires atas perbuatan direksi yang melakukan perbuatan hukum pinjam meminjam untuk dan atas nama perseroan tanpa persetujuan RUPS: Studi Putusan No. 246/Pdt.G/2019/PN.PBR (Skripsi Sarjana). Universitas Sumatera Utara.

Soekanto, S., & Mamudja, S. (2001). Penelitian hukum normatif (Suatu tinjauan singkat). Rajawali Pers.

Sudarna, & Maulana, R. M. (2025). Kebijakan business judgement rule dalam perlindungan hukum terhadap pejabat struktural BUMN (Studi perbandingan hukum Indonesia–Malaysia). Tangguh Denara Jaya Publisher.

Sutedi, A. (2015). Buku pintar perseroan terbatas. Raih Asa Sukses Penebar Swadaya Grup.

Syarief, E., & Balqist, A. (2017). Doktrin fiduciary duty dan corporate opportunity terhadap pertanggungjawaban direksi dan dewan komisaris. Journal of Law and Policy Transformation, 2(2).

Taurisa, D. (2021). Quo vadis iktikad baik direksi dalam pengurusan perseroan terbatas. Technology and Economics Law Journal, 2(1). https://doi.org/10.21143/TELJ.vol2.no1.1033

Wahyuni, S., & Khoirudin, R. (2019). Pengantar manajemen aset. Penerbit Nas Media.

Zaenuddin, A. (2022). Perpanjangan atau peningkatan IUP ditolak pemerintah, bagaimana langkah hukumnya? Retrieved April 14, 2025, from https://www.kompas.com/konsultasihukum/read/2022/03/09/060000680/perpanjangan-atau-peningkatan-iup-ditolak-pemerintah-bagaimana

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Santika, C. D., Suryanti, N., & Mantili, R. (2025). Batas Kewenangan Direksi dan Dewan Komisaris dalam Pengelolaan Perusahaan Berkaitan dengan Dicabutnya Izin Usaha Pertambangan: Studi Kasus Putusan No.3/Pdt.G/2023/PN Mgg. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik, 2(4), 148–162. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i4.1413

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.