Ketidakpastian Hukum Pengaturan Naming Rights pada Fasilitas Publik yang Berstatus Cagar Budaya dalam Perspektif Hukum Positif di Indonesia

Authors

  • Hana Aurelia Universitas Padjadjaran
  • Dwita Tarisa Putri Universitas Padjadjaran
  • Zahra Aurrelia Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i4.1325

Keywords:

Cultural Heritage, Legal Uncertainty, Naming Rights, Public Facilities, Trademark License

Abstract

The practice of naming rights through trademark licensing agreements on public facilities has become a common commercialisation strategy in Indonesia. However, when the object of naming rights is a public facility with cultural heritage status, legal uncertainty arises due to the absence of specific regulations governing the intersection between Law No. 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications and Law No. 11 of 2010 concerning Cultural Heritage. The objective of this study is to analyse the regulation of naming rights on public facilities with cultural heritage status and to identify any differences in the application of trademark law in the cases of Semarang Tawang Station and Cirebon Kejaksan Station. The study employs a normative juridical method, utilising secondary data collection techniques and is supported by tertiary legal materials, employing a legislative, analytical and comparative approach. The results of the study indicate a discrepancy in the regulatory framework for naming rights concerning cultural heritage, leading to legal ambiguity due to inconsistent implementation. This is exemplified by the contrasting outcomes at Semarang Tawang Station, where the naming rights agreement with Bank Jateng was successfully executed, and at Cirebon Kejaksan Station, where the agreement was terminated despite both stations possessing cultural heritage status. The study recommends the introduction of comprehensive special regulations to harmonise the protection of exclusive trademark rights with the preservation of the identity and historical value of cultural heritage sites.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustinova, D. E. (2022). Strategi pelestarian benda cagar budaya melalui digitalisasi. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 18(2).

https://doi.org/10.21831/istoria.v18i2.52991

Aji, M. R. (2018, Oktober 5). Stasiun Kereta Bandara Sudirman baru jadi BNI City, ini sebabnya. Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/stasiun-kereta-bandara-sudirman-baru-jadi-bni-city-ini-sebabnya-1006426

Arifin, H. P. (2018). Politik hukum perlindungan cagar budaya di Indonesia. Dialogia Iuridica, 10(1).

https://doi.org/10.28932/di.v10i1.1034

Aulia, K. N., et al. (2024). Kepastian hukum dan keadilan hukum dalam pandangan ilmu komunikasi. Jurnal Sains Student Research, 2(1).

https://doi.org/10.31219/osf.io/vpw4x

Bramasta, D. B., & Hardiyanto, S. (2023, Mei 7). Ramai soal penamaan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, KAI: Perjanjian dengan pihak kedua. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2023/05/07/193000765/ramai-soal-penamaan-stasiun-semarang-tawang-bank-jateng-kai--perjanjian

Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum: Normatif dan empiris. Prenada Media.

Farudin, M. (2025). Praktik pemakaian hak penamaan pada stasiun di Indonesia ditinjau dari pemberian lisensi dalam HAKI. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 4(1).

https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i1.4796

Firmansyah, A. (2019). Pemasaran produk dan merek (planning and strategy). Qiara Media.

Firmansyah, J. (2025, Oktober 22). Kerja sama naming rights dibatalkan, owner BT Batik Trusmi meradang. Inilah News. https://www.inilahnews.com/news/11916013173/kerja-sama-naming-rights-dibatalkan-owner-bt-batik-trusmi-meradang

Handayani, L. S. (2025, Oktober 22). Perubahan nama Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi batal, KAI ungkap alasannya. Republika. https://rejabar.republika.co.id/berita/t3m9su282/perubahan-nama-stasiun-cirebon-bt-batik-trusmi-batal-kai-ungkap-alasannya-part2

Lindsey, T. (Ed.). (2016). Hak kekayaan intelektual: Suatu pengantar. PT Alumni.

Moro Visconti, R. (2025). Sponsorships and naming rights: Economic and financial valuation. Il Diritto Industriale, 2025(3), 228–236.

https://doi.org/10.1007/978-3-031-88443-6

Nasution, H., & Fitriati, R. (2025). Melampaui branding: Hak penamaan sebagai sinergi pemerintah-swasta dalam strategi pemasaran MRT Jakarta. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 6(4).

Nugroho, N. P. (2024, Oktober 22). Kontrak hak penamaan di stasiun MRT berkontribusi terhadap 30 persen pendapatan. Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/kontrak-hak-penamaan-di-stasiun-mrt-berkontribusi-terhadap-30-persen-pendapatan-58325

Nurcahyo, A. T. (2023, Oktober 22). Penjelasan KAI soal nama baru Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, perusahaan lain bisa lakukan hal serupa? PRFM News. https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-136752571/penjelasan-kai-soal-nama-baru-stasiun-semarang-tawang-bank-jateng-perusahaan-lain-bisa-lakukan-hal-serupa?page=all

Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 Tahun 2010 tentang Pelestarian Cagar Budaya.

Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.58/PW.007/MKP/2010 Tahun 2010 tentang Penetapan Cagar Budaya.

Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Cagar Budaya.

https://doi.org/10.21143/TELJ.vol1.no2.1010

Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi.

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual.

Prasetio, B. (2025, Oktober 5). Batik Trusmi mencari keadilan: Belajar dari pembatalan naming rights Stasiun Cirebon. KlikLegal. https://kliklegal.com/batik-trusmi-mencari-keadilan-belajar-dari-pembatalan-naming-rights-stasiun-cirebon/

Purnamasari, H. (2025, Oktober 22). Stasiun Semarang Tawang mulai direvitalisasi tahap pertama. RRI. https://rri.co.id/daerah/1540196/stasiun-semarang-tawang-mulai-direvitalisasi-tahap-pertama

Syahroni, O. (2023, Oktober 22). Menengok stasiun kereta api bersejarah di Cirebon, berusia 1 abad lebih. Detik. https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6551745/menengok-stasiun-kereta-api-bersejarah-di-cirebon-berusia-1-abad-lebih

Syahroni, O. (2025, Oktober 22). Nama Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi batal diresmikan, KAI buka suara. Detik. https://news.detik.com/berita/d-8143324/nama-stasiun-cirebon-bt-batik-trusmi-batal-diresmikan-kai-buka-suara

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Yunita, L. (2023, Oktober 22). Pro kontra “naming right” Stasiun Semarang Tawang, pemerhati sejarah: Harus ada payung hukum yang jelas. RMOL Jateng. https://www.rmoljawatengah.id/pro-kontra-naming-right-stasiun-semarang-tawang-pemerhati-sejarah-harus-ada-payung-hukum-yang-jelas

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Hana Aurelia, Dwita Tarisa Putri, & Zahra Aurrelia. (2025). Ketidakpastian Hukum Pengaturan Naming Rights pada Fasilitas Publik yang Berstatus Cagar Budaya dalam Perspektif Hukum Positif di Indonesia. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia, 2(4), 57–72. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i4.1325

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.