Kesenjangan Administratif dan Peluang Replikasi Kebijakan
(Analisis Desa Terpencil Non-3T di Kabupaten Banyumas)
DOI:
https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i4.1412Keywords:
3T Region, Development, Policy Innovation, Policy Transfer, Social JusticeAbstract
This research originated from a concern about the existence of villages that are factually underdeveloped, but aren't recognized as 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terdepan) regions in the national regulatory framework. This research was conducted in Kabupaten Banyumas, which consists of 301 villages, with several villages indicated to be underdeveloped. Through the analysis of secondary data from BPS, Dinsospermades, and Bappedalitbang Banyumas, this study took 6 sample villages to analyze in order to understand the pattern of underdevelopment that is not covered by the formal 3T status. The purpose of this study is to highlight the reality of de facto remote areas that aren’t administratively recognized as 3T areas, and therefore don't have access to special funding schemes, and to examine the potential for replication of 3T area policies that can be adapted in Kabupaten Banyumas, with adjustments to local characteristics. Using a qualitative approach based on in-depth interviews with village government officials, this research mapped the needs, barriers, and opportunities for more contextualized policy interventions. This research recommends the development of a planning and budgeting model based on local needs and a social justice approach in the distribution of development resources. Thus, Banyumas can become an alternative policy laboratory to address development inequality outside the formal framework of the 3T regions.
Downloads
References
Adriana, M. (2024). Determinan ketimpangan wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah (2010–2020). Jurnal Ekonomi Trisakti, 4(1), 805–818.
Anggara, A. Y. (2024). Ketimpangan ekonomi Jawa & luar Jawa masih tinggi, masalah multidimensi. GoodStats. https://goodstats.id/article/ketimpangan-ekonomi-jawa-dan-luar-jawa-masih-tinggi-masalah-multidimensi-1KZPl
Anggraini, A., Ferdianna, A. P., Dewi, K., Rofikhoh, W., & Kharismaputra, A. P. (2025). Strategi optimalisasi pendanaan pendidikan di daerah 3T: Tantangan dan solusi untuk pemerataan akses dan kualitas. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 71–80.
Anwar, A. (2017). Ketimpangan spasial pembangunan ekonomi dan modal manusia di Pulau Jawa: Pendekatan exploratory spatial data analysis. AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship), 2(2), 90–109.
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.
Febriyanto, A., & Darmawan. (2024). Determinan pembangunan desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 3(4).
Ferlita, S., Saepudin, E. A., Maharani, P. S., Kurniawan, I. P., Susilawati, S., & Fauzan, R. Z. (2024). Analisis pembangunan nasional pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Journal of MISTER, 1(2), 189–195.
Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S. R. I., Honesti, L., Wahyuni, S. R. I., Mouw, E., & Ambarwati, K. (2022). Metodologi penelitian kualitatif (1st ed.). Global Eksekutif Teknologi. https://www.globaleksekutifteknologi.co.id
Frederickson, H. G. (2003). Administrasi negara baru (Ed. ke-2). LP3ES.
Herlawan, H., & Simangunsong, F. (2022). Manajemen pelayanan di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Journal of Governance and Policy Innovation, 2(2), 130–141.
Jaya, I. (2021). Perjalanan panjang ilmu administrasi publik (dari paradigma klasik menuju kontemporer). Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 3(1), 1–16.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed., Terj. Tjetjep Rohindi Rohidi). Sage Publications.
Natalia, A. (2022). Paradigma good governance dalam administrasi publik memfasilitasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 18(1), 15–26.
Ningrum, E. P., Sumarno, M., Nursyamsi, S. E., & Siregar, N. (2024). Faktor terkait kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan. PRIVE: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 7(2), 116–126.
Patonah, I., Mutiara, S., & Salma, M. A. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: Penelitian kualitatif, kuantitatif, dan kombinasi (mix method). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5378–5392.
Rawls, J. (1999). A theory of justice (Revised ed.). Harvard University Press.
Rohman, N. (2023). Daerah 3T: Pengertian, permasalahan dan daftar wilayahnya di Indonesia. https://wirabuana.ac.id/artikel/daerah-3t-pengertian-permasalahan-dan-daftar-wilayahnya-di-indonesia/
Sari, E. N., & Mustam, M. (2018). Efektivitas pelaksanaan pengembangan program usaha mikro kecil dan menengah Kabupaten Kudus. Journal of Public Policy and Management Review, 7(2).
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2020). Inilah Perpres 63 Tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020–2024. https://setkab.go.id/inilah-perpres-63-tahun-2020-tentang-penetapan-daerah-tertinggal-tahun-2020-2024/
Seto, G. N., & Najicha, F. (2023). Keadilan sosial dan keadilan spasial sebagai manifestasi sila kelima Pancasila dalam ranah perencanaan wilayah dan kota. Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan.
Simangunsong, A. F. (2023). Pengadaan tanah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara: Catatan menurut teori keadilan sosial John Rawls. Jurnal Pertanahan, 13(1), 67–84.
Simbolon, D. S., Sari, J., Purba, Y. Y., Siregar, N. I., Salsabilla, R., & Manullang, Y. (2021). Peranan pemerintah desa dalam pembangunan infrastruktur. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 295–302.
Situmorang, D. M., & Ayustia, R. (2019). Model pembangunan daerah 3T: Studi kasus daerah perbatasan Kabupaten Bengkayang. MBIA, 18(1), 49–64.
Sudaryono. (2018). Metodologi penelitian (Ed. ke-2). PT RajaGrafindo Persada.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. ke-25). Alfabeta.
Supriyadi, E. I. (2021). Pergeseran dalam paradigma ilmu administrasi publik. Jurnal RASI, 3(1).
Tribunnews.com. (2020). Daftar 62 daerah tertinggal tahun 2020–2024 menurut Perpres. https://www.tribunnews.com/kilas-kementerian/2020/05/11/daftar-62-daerah-tertinggal-tahun-2020-2024-menurut-perpres
Utami, P. (2023). Transformasi administrasi publik: Inovasi dan adaptasi menuju efisiensi dan pelayanan publik berkualitas. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik, 6(2), 1–9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


