Perkembangan Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR) dalam Perspektif Hukum Acara Perdata Modern

Authors

  • Talitha Kamilah Universitas Esa Unggul
  • Sidi Ahyar Wiraguna Universitas Esa

DOI:

https://doi.org/10.62383/terang.v2i4.1460

Keywords:

Alternative Dispute Resolution, Arbitration, Civil Procedural Law, Mediation, Pre-Litigation

Abstract

The evolution of modern civil procedural law demands dispute resolution mechanisms that are responsive, efficient, and substantively just. In this context, Alternative Dispute Resolution (ADR) particularly mediation and arbitration has transformed from a supplementary option into a central instrument within Indonesia’s dispute resolution architecture. This study aims to analyze the development of ADR from the perspective of modern civil procedural law, focusing on the normative status and practical efficiency of mediation and arbitration as pre-litigation mechanisms. The research employs a normative-juridical approach, analyzing primary legal sources (legislation, Supreme Court Regulations [PERMA], court decisions) and secondary sources (scholarly journals, books, policy documents). The findings indicate that mediation has been mandatorily integrated into civil procedure through PERMA No. 1 of 2016, functioning as a court-facilitated pre-litigation stage, while arbitration operates as a consensual out-of-court mechanism under Law No. 30 of 1999. Both mechanisms demonstrate clear efficiency in terms of time (resolution within weeks to months), cost (minimal to predictable), and the ability to preserve parties’ relationships through collaborative processes and procedural confidentiality. Nevertheless, implementation challenges remain, particularly concerning the availability of qualified mediators and public perception of ADR. The study concludes that ADR is no longer a marginal alternative but an integral pillar of modern civil justice, aligning with principles of procedural efficiency and substantive justice.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldi Ferdiansyah, Wahyono, B. A. W., & Harahap, A. (2025). Efektivitas mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa perdata dalam meningkatkan akses keadilan di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 1(4), 471–480.

Anisa Mutiara Suci, Arisma, T. F., & Putri, S. K. (2024). Penerapan prinsip keadilan dalam hukum perdata di Indonesia. Journal of Global Legal Review, 2(2), 89–98. https://doi.org/10.59963/jglegar.v2i2.366

Aziz, M. F. (2025). Efektivitas penyelesaian sengketa melalui mediasi sebagai alternatif di luar pengadilan dalam sistem hukum Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8808–8816. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2770

Fitriani, Y. (2021). Peran mediator dalam mewujudkan keadilan restoratif di pengadilan perdata. Jurnal Hukum Progresif, 13(2), 145–162.

Flora, H. S. (2018). Keadilan restoratif sebagai alternatif dalam penyelesaian tindak pidana dan pengaruhnya dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. University of Bengkulu Law Journal, 3(2), 142–158. https://doi.org/10.33369/ubelaj.v3i2.6899

Habibi Natama Ritonga, Sembiring, R. B., Manurung, N., & Samzidane, M. H. (2024). Kewenangan arbitrase dalam penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(2), 97–105. https://doi.org/10.70826/jcisnu.v1i2.247

Hilda Ananda, & Afifah, S. N. (2023). Penyelesaian secara litigasi dan non-litigasi. Sharia and Economy: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keuangan Islam, 1(1), 55–64.

Huda, M. (2020). Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa perdata di pengadilan: Implementasi PERMA No. 1 Tahun 2016. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 245–270. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.6234

Hulman Panjaitan. (2018). Pelaksanaan putusan arbitrase di Indonesia. Jurnal Hukum To-Ra, 4(1), 29–34. https://doi.org/10.33541/tora.v4i1.1170

Ihsan, M., Al Husaini, M. Z., Siagian, S. A., Nst, H. Y., & Nurhasana, A. (2024). Penyelesaian sengketa dalam hukum arbitrase ditinjau dari Undang-Undang No. 30 Tahun 1999. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(2), 106–116. https://doi.org/10.70826/jcisnu.v1i2.248

Kurniawan, A. (2019). Backlog perkara perdata dan urgensi penguatan ADR di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 8(3), 321–340.

Meirina Nurlani. (2022). Alternatif penyelesaian sengketa dalam sengketa bisnis di Indonesia. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 3(1), 27–32. https://doi.org/10.32502/khk.v3i1.4519

Moh Mujibur Rohman. (2024). Menakar efektivitas mediasi pasca regulasi PERMA Nomor 1 Tahun 2016 (Studi Pengadilan Agama Pamekasan). Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 1–24.

Nababan, R. (2025). Efektivitas mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa perdata di Pengadilan Negeri Medan Kelas I-A Khusus. Jurnal Media Informatika, 6(2), 1044–1050. https://doi.org/10.55338/jumin.v6i2.5178

Ni Gusti Ayu Made Nia Rahayu. (2024). Pengaturan honorarium profesi arbiter dan mediator di Indonesia. Jurnal Yusthima, 4(2), 254–266. https://doi.org/10.36733/yusthima.v4i02.10532

Nita Triana. (2019). Urgensitas mediator dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah di Pengadilan Agama Purbalingga. Law Reform, 15(2), 239–257. https://doi.org/10.14710/lr.v15i2.26184

Pamolango, J. T. (2015). Tinjauan yuridis terhadap kewenangan arbitrase dalam penyelesaian sengketa. Lex Administratum, 3(1).

Pranoto, H. S. (2021). Alternative dispute resolution dalam sistem hukum Indonesia: Antara idealisme dan realitas. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 28(1), 112–130. https://doi.org/10.30742/iqu.v28i1.1225

Purba, M. S. M. (2018). Rekonstruksi PERMA No. 1 Tahun 2016 sebagai alternatif penyelesaian sengketa di pengadilan. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 13(1), 20–31. https://doi.org/10.33059/jhsk.v13i1.693

Purwanto, D. (2020). Konvensi Singapura 2019 dan implikasinya terhadap hukum penyelesaian sengketa di Indonesia. Jurnal Hukum Internasional Indonesia, 2(1), 33–52.

Rahayu, C. K. (2018). Penyelesaian sengketa bisnis melalui mediasi: Tantangan dan prospek di Indonesia. Jurnal Hukum Bisnis Bonaventura, 6(2), 173–190. https://doi.org/10.25273/bonaventura.v6i2.2845

Salsabilla, H. (2025). Penyelesaian sengketa melalui mediasi dalam hukum acara perdata. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(1), 15–23.

Sinaga, H. S., Timbul, S. J., Pondang, J., & Aifo, C. (2024). Membedah mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa. Mega Press Nusantara.

Sulistiyowati, E. (2022). Integrasi alternatif penyelesaian sengketa dalam sistem peradilan perdata modern: Studi atas PERMA No. 1 Tahun 2016. Jurnal Yudisial, 15(1), 89–106.

Tampubolon, W. S. (2019). Peranan seorang arbiter dalam penyelesaian sengketa melalui arbitrase. Jurnal Ilmiah Advokasi, 7(1), 21–30. https://doi.org/10.36987/jiad.v7i1.242

Vahzrianur, V., & Siswajanthi, F. (2025). Peran arbitrase dalam penyelesaian sengketa di luar pengadilan menurut Undang-Undang No. 30 Tahun 1999. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 4(2), 81–88. https://doi.org/10.55606/jhpis.v3i3.3940

Widiyani, R. (2019). Efektivitas mediasi dalam penyelesaian sengketa perdata di Pengadilan Negeri Semarang. Jurnal Ilmu Hukum Litigasi, 10(1), 45–60.

Wiraguna, S. A., Ramadhani, W., Karim, A., Nazmi, N., Irwanto, Sihite, S. R., Sholehudin, M., & Surya, A. (2024). Hukum acara perdata. Widina Media Utama.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Talitha Kamilah, & Sidi Ahyar Wiraguna. (2025). Perkembangan Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR) dalam Perspektif Hukum Acara Perdata Modern. Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 2(4), 174–186. https://doi.org/10.62383/terang.v2i4.1460

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.