Peran UPTD PPA dalam Pemenuhan Hak Asasi Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.62383/amandemen.v3i1.1605Keywords:
Human Rights, UPTD PPA, Victim Protection, Violence Against Children, Violence Against WomenAbstract
Gender-based and age-based violence targeting women and children continues to pose a serious challenge to human rights protection in Indonesia. As the principal duty bearer, the state bears the obligation to respect, protect, and fulfill victims' rights through effective protection mechanisms, one of which is the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children (UPTD PPA). This research analyzes the contribution of UPTD PPA Bandung City in fulfilling the human rights of victims of violence against women and children and maps the obstacles encountered in operational service delivery. The study utilizes a juridical-empirical method with a descriptive-analytical approach. Primary data were gathered through in-depth interviews with UPTD PPA Bandung City representatives in November 2025, whereas secondary data were derived from the examination of legal regulations and relevant scholarly literature. Research findings reveal that UPTD PPA Bandung City managed 382 cases in 2025 by providing complaint mechanisms, assessment procedures, legal and psychological support, counseling services, and shelter facilities. These services demonstrate normative compliance with national legislation and human rights principles, particularly concerning protection, rehabilitation, and access to justice. Nevertheless, service delivery encounters several challenges, including insufficient human resources and facilities, underreporting by victims, and suboptimal cross-institutional coordination. Consequently, strengthening institutional capacity, ensuring adequate infrastructure, developing integrated standard operating procedures, and establishing regional regulatory frameworks are essential to guarantee effective and sustained fulfillment of victims' rights.
Downloads
References
Abdulkadir, M. (2004). Hukum dan penelitian hukum. Citra Aditya Bakti.
Afifah, I., Wijaya, M. H. D., Wardani, I., Guntari, F. R., Widodo, F. A. J., Zahrafani, S. A. W., & Afifah, W. (2024). Peran UPTD PPA dalam menangani kasus kekerasan seksual anak dan perempuan di Kabupaten Jember. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 215–221. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v3i4.1303
Arsya, G. M., & Yulianingsih, W. (2023). Undang-undang tindak pidana kekerasan seksual dalam pemenuhan hak korban. Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 1(3), 1–9. https://doi.org/10.59246/aladalah.v1i3.321
Bediona, K., Herliansyah, M. R. F., Nurjaman, R. H., & Syarifuddin, D. (2023). Analisis teori perlindungan hukum menurut Philipus M. Hadjon dalam kaitannya dengan pemberian hukuman kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 2(1), 1–25.
Bustaman, B., & Machmud, A. (2025). Analisis perlindungan hukum dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(2), 1067–1078. https://doi.org/10.37481/jmh.v5i2.1448
Chrisbiantoro. (2014). Kewajiban negara dalam penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM dan pelanggaran HAM yang berat di Indonesia. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Dewi, R., Hafizd, J. Z., & Busthomi, A. O. (2024). Implementasi hukum tentang hak asasi manusia dan perlindungan anak terhadap korban tindak kekerasan anak di Kabupaten Kuningan. Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam, 2(2), 97–114. https://doi.org/10.33650/lsj.v4i2.10914
Farhana, Y. A., & Anisykurlillah, R. (2025). Strategi penanganan kekerasan perempuan dewasa oleh UPTD PPA Kota Surabaya. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publik, 12(4), 1437–1447. https://doi.org/10.37606/publik.v12i4.2055
Furi, V. L., & Saptatiningsih, R. I. (2020). Peranan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Bantul. Jurnal Kewarganegaraan, 4(2). https://doi.org/10.31316/jk.v4i2.1168
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur. (2025). Evaluasi produk hukum terkait tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak. https://jatim.kemenkum.go.id/berita-utama/evaluasi-produk-hukum-terkait-tindak-pidana-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-151436
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2025). Kemen PPPA dorong percepatan pembentukan UPTD PPPA di 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. https://jatim.kemenkum.go.id/berita-utama/evaluasi-produk-hukum-terkait-tindak-pidana-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-151436
Mariyawati, W., Wulan, T. R., Muslihudin, Wuryaningsih, T., & Sutoyo, I. S. (2023). Pendampingan terhadap perempuan pekerja korban kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Banyumas. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(2), 310–342. https://doi.org/10.20961/jas.v12i2.66258
Nadia, S. A., & Yumni, S. Z. (2023). Kualitas kelembagaan UPTD PPA Kabupaten Bantul dalam usaha penanganan kasus serta perlindungan perempuan dan anak. Jurnal Riset Daerah, 23(3), 4537–4551. https://doi.org/10.64730/jrdbantul.v23i3.107
Nova, F. A., & Prathama, A. (2023). Peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak dalam penanganan tindak kekerasan anak di Kota Surabaya. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(1), 231–243. https://doi.org/10.52423/neores.v5i1.118
Rahayu. (2018). Hukum, hak asasi manusia, dan globalisasi. Undip Press.
Riupassa, H., Maramba, R. S. M., & Indah, R. H. (2024). Kajian hak asasi manusia dalam perlindungan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(2), 58–66. https://doi.org/10.5281/zenodo.13827216
Riyadi, E. (2020). Hukum hak asasi manusia: Perspektif internasional, regional, dan nasional. Rajawali Pers.
Saniah, S. (2024). Legal protection for wife as a victim of domestic violence based on Law No. 23 of 2004 on the elimination of domestic violence. International Journal of Law and Society, 2(1), 199–209. https://doi.org/10.62951/ijls.v2i1.320
Saragi, P. (2025). The dynamics of legal protection implementation for domestic violence victims in Indonesia: Lessons from international practices. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(1), 9. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i1.5012
Setyowati, E. (2021). Konvensi internasional CEDAW: Kiprah PBB dalam menghapus diskriminasi wanita; Dukungan Indonesia melalui ratifikasi. Jurnal Artefak, 8(2), 127. https://doi.org/10.25157/ja.v8i2.6277
Sistha, W. W., Harahap, I., & Pardede, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual. Collegium Studiosum Journal, 8(1), 394–412. https://doi.org/10.56301/csj.v8i1.1715
Wahyuni, P. S., Suryaningsi, S., Wingkolatin, W., Hardoko, A., Marwiah, M., & Herliah, E. (2025). Perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual dalam keluarga: Perspektif gender dan studi kasus UPTD-PPA. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 5(2). https://doi.org/10.56393/nomos.v5i2.3154
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


